Unduh Sambutan Menteri Agama pada Upacara HAB ke-80 Tahun 2026
Website Nasty Berikut ini adalah Sambutan Menteri Agama pada Upacara HAB ke-80 Tahun 2025. Naskah sambutan Menteri Agama pada Upacara HAB ke-80 ini dapat dibacakan sebagai amanat pada pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti Tahun 2026.
Upacara Hari Amal Bhakti ke-80 mengambil tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju“. Tema Upacara HAB 2026 ini diharapkan akan mampu memperkuat semangat kebersamaan, pengabdian, dan motivasi bagi seluruh jajaran Kementerian Agama untuk terus berkarya demi kemajuan serta kedamaian bangsa. Selain itu, Hari Amal Bhakti ke-80 ini dapat menjadi momentum untuk menghargai dan mensyukuri segala pencapaian yang telah diraih oleh Kementerian Agama.
Peringatan Hari Amal Bakti ke-80 tidak sekadar seremonial, melainkan pengingat akan pentingnya peran agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Melalui tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”, Kementerian Agama mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang harmonis, maju, dan damai.
Di dalam perkembangannya, Kemenag tidak hanya mengurusi permasalahan agama Islam saja, tapi juga agama-agama lain yang diakui di Indonesia. Kementeriaan Agama berkomitmen akan memperluas setiap kegiatan Amal Hari Amal Bakti (HAB) setiap tahun, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat berperan serta memperingatinya.

Melalui peringatan HAB diharapkan seluruh jajaran Kementerian Agama memperoleh tambahan energi positif dan spirit yang baru untuk meningkatkan peran dan memberikan kontribusinya secara nyata dalam upaya mewujudkan masyarakat Indonesia yang damai dan maju.
Ketentuan Upacara HAB ke-80
1. Waktu dan Tempat
Upacara Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2026 dilaksanakan pada hari Sabtu, 3 Januari 2026, pukul 07.30 waktu setempat.
Di tingkat pusat, upacara HAB dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng Barat Nomor 3–4, Jakarta, dan di tingkat daerah dilaksanakan di kantor satuan kerja masing-masing.
2. Pakaian
Pakaian yang dikenakan pada upacara Hari Amal Bhakti (HAB) ke80 Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2026 adalah Pakaian Dinas Harian Pegawai Aparatur Sipil Negara Kementerian Agama, sesuai SE Sekjen Nomor 19 Tahun 2024, dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Pria: kemeja putih lengan panjang, celana panjang warna gelap;
b. Wanita: atasan/blus warna putih, bawahan warna gelap, bagi yang berkerudung menyesuaikan
Susunan Upacara HAB ke-80 Kemenag
Berikut adalah contoh susunan upacara HAB ke-80 Kemenag. Susunan upacara HAB biasanya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing instansi. Namun demikian, acara-acara pokok dalam Upacara Hari Amal Bhakti tidak boleh ditinggalkan.
1. Persiapan upacara:
- Pemimpin upacara memasuki lapangan upacara.
- Pembina upacara memasuki lapangan upacara
- Penghormatan kepada pembina upacara.
2. Inti upacara
- Laporan dari pemimpin upacara kepada pembina upacara.
- Pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.
- Mengheningkan cipta dipimpin oleh pembina upacara.
- Pembacaan Pancasila oleh pembina upacara.
- Pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
- Pembacaan amanat pembina upacara (bisa berisi sambutan resmi peringatan HAB).
- Pembacaan doa.
- Laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara bahwa upacara telah selesai.
- Penghormatan terakhir
- Pembina upacara meninggalkan lapangan upacara.
- Upacara selesai dan barisan dibubarkan.
Sambutan Menteri Agama pada Upacara HAB ke-80 Tahun 2025
Berikut sambutan Menteri Agama pada Upacara Hari Amal Bhakti ke-80 Tahun 2025.
Sambutan Menteri Agama
Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80
Kementerian Agama
“Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Shalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Wei De Dong Tian.
Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas berkat dan limpahan rahmat-Nya, pada hari yang berbahagia ini kita dapat mengikuti Upacara Peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama dalam keadaan sehat wal afiat.
Rasa syukur yang sama juga patut kita haturkan karena atas karunia-Nya, Kementerian Agama terus eksis melintasi perjalanan sejarah bangsa, menghadapi berbagai tantangan, dan beradaptasi dengan dinamika zaman.
Keluarga
besar Kementerian Agama yang berbahagia, Hari ini kita memperingati
Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama dengan mengusung tema “Umat
Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.” Tema
ini menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik,
melainkan sebuah energi kebangsaan. Kerukunan adalah sinergi yang
produktif, di mana perbedaan identitas, keyakinan, dan latar
belakang sosial dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk menggerakkan kemajuan bangsa.
Dalam
catatan sejarahnya, kehadiran Kementerian Agama bukan semata lahir dari
tuntutan sosiologis, melainkan merupakan kebutuhan nyata bangsa yang
majemuk. Republik ini tidak dibangun oleh satu golongan, melainkan oleh
sinergi seluruh komponen bangsa sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga
hari ini. Para founding fathers Kementerian Agama meletakkan cita-cita
besar agar lembaga ini berkontribusi nyata dalam membina kehidupan
keagamaan yang damai, sekaligus membuka jalan selebar-lebarnya bagi
terwujudnya masyarakat yang adil, rukun, dan sejahtera.
Keluarga
besar Kementerian Agama yang berbahagia, Delapan puluh tahun perjalanan
ini menegaskan bahwa Kementerian Agama didirikan sebagai penjaga nalar
agama dalam bingkai kebangsaan. Kini, peran
tersebut semakin luas
dan semakin krusial: meningkatkan kualitas pendidikan agama dan
keagamaan, merawat kerukunan umat beragama yang berlandaskan cinta
kemanusiaan, memberdayakan ekonomi umat, serta memastikan agama hadir
sebagai sumber solusi bagi persoalan bangsa.
Sepanjang tahun 2025, kita telah bekerja keras membangun fondasi “Kemenag Berdampak.” Kita membuktikan bahwa semangat ini bukan sekadar slogan, melainkan kerja nyata yang hasilnya mulai dirasakan oleh umat. Transformasi digital yang kita lakukan secara masif telah menghadirkan layanan keagamaan yang lebih dekat, transparan, dan cepat.
Kita juga memperkuat fondasi ekonomi umat melalui ribuan pesantren, pemberdayaan ekonomi sosial keagamaan, seperti zakat, wakaf, infak, sedekah, diakonia, derma/kolekte, dana punia, dana Paramita, dan dana kebajikan. Program-program tersebut tidak hanya mendorong kemandirian lembaga keagamaan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat secara umum.
Di bidang pendidikan, madrasah, sekolah keagamaan, dan perguruan tinggi keagamaan kita terus menunjukkan peningkatan kualitas hingga tidak lagi dipandang sebagai pilihan kedua. Inovasi kurikulum dan penguatan sarana prasarana telah menempatkan institusi pendidikan Kementerian Agama sejajar dengan standar pendidikan lain, bahkan ada yang melebihinya. Melalui program Desa Sadar Kerukunan, kita juga memindahkan wacana kerukunan dari ruang seminar menuju praktik nyata di tengah masyarakat.
Semua ikhtiar ini menegaskan satu komitmen, setiap langkah dan kebijakan Kementerian Agama harus menghadirkan manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat bukan sekadar urusan administratif dan birokrasi.
Keluarga besar Kementerian Agama yang berbahagia,
Dalam merespons tantangan zaman, kita perlu menengok kembali lembaran sejarah peradaban. Agama pernah menjadi sumber pencerahan dunia yang luar biasa. Kita mengenang Baitul Hikmah pada abad pertengahan sebagai pusat intelektual global pada masanya.
Ia bukan sekadar perpustakaan, melainkan pusat riset dan penerjemahan raksasa yang menjawab persoalan kehidupan melalui ilmu pengetahuan. Di sanalah nilai-nilai agama berpadu dengan rasionalitas untuk memajukan peradaban manusia. Semangat inilah yang perlu kita hidupkan kembali hari ini.
Kini, umat manusia menghadapi tantangan besar bernama Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Kita hidup di era VUCA — Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity — di mana perubahan berlangsung cepat, sulit diprediksi, kompleks, dan penuh ketidakpastian. Di era ini, kita tidak boleh sekadar menjadi penonton. Kita harus memiliki kedaulatan AI.
Jika dahulu para ulama dan cendekiawan mewarnai dunia melalui literasi dan keilmuan di pusat peradaban seperti Baitul Hikmah, maka hari ini ASN Kementerian Agama harus mampu mewarnai substansi AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, valid, moderat, sejuk, dan mencerahkan. Kita harus memastikan bahwa algoritma masa depan tidak hampa dari nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan. AI harus kita kawal agar menjadi alat pemersatu dan penguat kerukunan, bukan pemicu disinformasi dan perpecahan.
Keluarga besar Kementerian Agama yang berbahagia,
Untuk mewujudkan visi besar tersebut, setiap ASN Kementerian Agama dituntut bertransformasi menjadi pribadi yang “agile”, lincah dan sigap menghadapi perubahan, adaptif, terbuka terhadap teknologi dan inovasi, serta responsif, cepat melayani kebutuhan umat dengan empati dan integritas. Nilai-nilai ini sejatinya bukan hal baru, melainkan warisan luhur tradisi keagamaan yang perlu kita aktualkan kembali dalam konteks zaman.
Sesuai tema HAB ke-80, “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju,” marilah kita satukan tekad. Dengan fondasi yang kokoh, semangat pengabdian yang berdampak, serta penguasaan teknologi yang beretika, kita optimistis mampu mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat.
Selamat Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama.
Teruslah mengabdi, teruslah menjadi cahaya pencerah bagi bangsa.
Wassalamu’alaikum Wr Wb,
Jakarta, 3 Januari 2026
Menteri Agama,
Nasaruddin Umar
N
BACA JUGA : Info Resmi Dirjen Pajak tentang Batas Waktu Aktivasi Akun Coretax, Wajib Pajak Perlu Pahami
UNDUH Unduh Sambutan Menteri Agama pada Upacara HAB ke-80 Tahun 2026
@Salam Website Nasty


0 Response to "Unduh Sambutan Menteri Agama pada Upacara HAB ke-80 Tahun 2026"
Post a Comment
Silahkan Berkomentar dengan Jelas dan Sopan