INFO TERKINI :
MUSIK DAN INTERNET

Lihat dan Download Lirik lagu Gratis dan Terlengkap dari lagu Daerah, Nasional, dan Internasional


FAQ tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

    

Website NastyBerikut ini adalah Soal Sering Ditanya atau FAQ tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. FAQ ini berisi tanya jawab tentang penyelenggaraan Budaya Sekolah Ramah Anak.

Apa Itu Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

Budaya Sekolah Aman dan Nyaman adalah keseluruhan tata nilai, sikap, kebiasaan, dan perilaku yang dibangun di lingkungan Sekolah untuk menjamin pemenuhan kebutuhan spiritual, pelindungan fisik, kesejahteraan psikologis dan keamanan sosiokultural, serta keadaban dan keamanan digital demi menciptakan dan menjaga lingkungan belajar yang kondusif bagi Warga Sekolah.

 

Apa Urgensi Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman Dan Nyaman?

Urgensi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman adalah

  • Pergeseran Paradigma Kebijakan dari Reaksioner Kuratif menjadi Promotif Preventif Sebagai bentuk dari perwujudan pendidikan bermutu untuk semua, paradigma pencegahan dan penanganan kekerasan yang terjadi di satuan pendidikan harus bergeser menjadi paradigma promotif-preventif yang mengedepankan pendekatan berbasis hak asasi manusia dan hak anak.
  • Dinamika Acuan Dasar Hukum Peraturan Perundang-undang Diperlukan peraturan menteri baru yang secara aktif mengacu regulasi seperti:  UU Perlindungan Anak, UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual, PP Tunas dan sebagainya dalam mewujudkan budaya sekolah yang aman dan nyaman.
  • Partisipasi dan Peran Serta Warga Sekolah, Keluarga, Masyarakat, Media Penyelenggaraan Budaya Sekolah yang Aman dan Nyaman dilaksanakan berdasarkan prinsip kemitraan dan gotong royong dengan pelibatan aktif murid, guru, tenaga kependidikan, orang tua/wali, masyarakat, dan media.

 

Mengapa Sekolah Harus Aman Dan Nyaman?

Sekolah harus aman dan nyaman karena sekolah adalah tempat belajar, bertumbuh, berkembang dan membentuk karakter. Oleh karena itu, Sekolah yang aman dan nyaman menjadi jaminan Warga Sekolah untuk dapat belajar, bekerja, berinteraksi dalam suasana yang tenang, menghargai martabat manusia, mendukung perkembangan bersama, serta aman dari risiko yang mengganggu keselamatan.

FAQ tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
FAQ tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

Apa Saja Prinsip Dasar Budaya Sekolah Aman dan Nyaman?

Prinsip dasar Budaya Aman Nyaman dan Nyaman terdiri dari 9 asas, diantaranya :
  • Humanis: Sekolah memandang setiap individu sebagai manusia yang bermartabat, memiliki hak asasi, dan diperlakukan tanpa kekerasan serta penuh kasih sayang
  • Komprehensif (menyeluruh): Merupakan pendekatan yang menyeluruh dan terpadu dalam mendukung tumbuh kembang dan motivasi belajar Murid melalui pelibatan aktif Warga Sekolah dan pemangku kepentingan.
  • Partisipatif: Melibatan yang berkesadaran dan bermakna antara Warga Sekolah dan pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
  • Kepentingan terbaik bagi anak: Setiap keputusan dan tindakan di sekolah yang senantiasa mengutamakan pemenuhan hak anak.
  • Nondiskriminatif: Merupakan perlakuan yang tidak membeda-bedakan suku, agama, golongan, etnis, budaya, bahasa, serta kondisi fisik, mental, dan intelektual.
  • Inklusif: Merupakan perlakuan yang mengakomodasi dan menjamin penyertaan penuh penyandang disabilitas dalam setiap aspek kehidupan negara dan Masyarakat.
  • Keadilan dan kesetaraan gender: Merupakan relasi sejajar antara perempuan dan laki-laki untuk mendapatkan perlakuan adil dalam mengakses sumber daya, kontrol, partisipasi, dan manfaat pembangunan dan pendidikan.
  • Harmonis: Merupakan hubungan yang selaras, saling menghormati, dan berkeadaban antar-Warga Sekolah dengan pemangku kepentingan.
  • Berkelanjutan: Artinya penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman secara konsisten, berkesinambungan, dan menjadi bagian dari rutinitas dan kebiasaan Warga Sekolah.


Apa Saja Hal Yang Menjadi Fokus Dalam Pelaksanaan Budaya Sekolah Aman Dan Nyaman?

1. Pemenuhan Kebutuhan Spiritual :

  • pelindungan kebebasan bagi Warga Sekolah untuk menjalankan ibadah dan menunjukkan identitas sesuai agama dan kepercayaan masing-masing;
  • penguatan nilai spiritual yang menumbuhkan kerukunan antarumat beragama; dan
  • penyediaan sarana atau ruang tempat ibadah yang layak, mudah diakses, dan inklusif sesuai dengan standar sarana prasarana.

2. Pelindungan Fisik :

  • pengondisian lahan, bangunan, dan ruang yang sesuai standar sarana prasarana;
  • pengondisian akomodasi yang layak bagi penyandang disabilitas;
  • pengondisian lingkungan Sekolah yang mendukung pola hidup sehat dan bersih;
  • pengondisian lingkungan Sekolah yang meminimalkan area berisiko terjadinya perilaku dan kondisi tidak aman maupun tidak nyaman; dan
  • penguatan sistem keamanan yang mampu mencegah potensi gangguan keamanan dari dalam dan luar Sekolah.

3. Kesejahteraan psikologis dan keamanan sosiokultural :

  • pemberian kesempatan yang setara untuk berpendapat, berekspresi, serta mengembangkan bakat dan minat tanpa membedakan latar belakang;
  • penguatan dukungan psikologis dan sosial bagi Warga Sekolah dalam pengelolaan emosi, daya tahan mental, dan kemampuan beradaptasi;
  • penguatan lingkungan inklusif yang menghargai keberagaman; dan
  • penguatan hubungan antar-Warga Sekolah yang setara, saling menghormati, dan saling memuliakan.

4. Keadaban dan keamanan digital :

  • penerapan dan pembiasaan adab dan etika dalam berinteraksi di ruang digital;
  • penguatan literasi digital bagi Warga Sekolah untuk menangkal informasi bohong dan konten negatif serta ancaman kekerasan dan kejahatan siber; dan
  • pelindungan data pribadi Warga Sekolah dalam proses pembelajaran.

 

Apa Saja Manfaat Dari Pelaksanaan Budaya Sekolah Aman Dan Nyaman?

Pelaksanaan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman memberikan manfaat nyata bagi murid, pendidik, orang tua, dan masyarakat luas. Berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Menteri di atas, manfaat utamanya antara lain:

  • Lingkungan belajar lebih aman dan kondusif: Sekolah menjadi tempat yang terlindungi dari kekerasan, perundungan, dan ancaman keamanan, sehingga proses belajar dapat berlangsung dengan tenang dan efektif.
  • Kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis terjaga: Warga sekolah merasa diterima, dihargai, dan didukung secara emosional serta sosial, sehingga mampu mengelola emosi dan berinteraksi secara sehat.
  • Pemenuhan hak dan kebutuhan murid secara menyeluruh: Murid mendapatkan pemenuhan kebutuhan spiritual, perlindungan fisik, rasa aman sosial, serta keamanan di ruang digital.
  • Hubungan antarwarga sekolah lebih harmonis dan saling menghormati: Budaya saling menghargai, inklusif, nondiskriminatif, dan berkeadaban tumbuh dalam keseharian sekolah.
  • Pencegahan dan penanganan masalah lebih cepat dan tepat: Adanya deteksi dini, kanal pengaduan, serta penanganan pelanggaran kolaboratif membantu mencegah masalah membesar dan mengutamakan pemulihan.
  • Murid berkembang secara akademik dan karakter: Pembelajaran menjadi lebih bermakna karena terintegrasi dengan penguatan karakter, kesehatan mental, kesetaraan gender, dan inklusivitas.
  • Peran semua pihak menjadi jelas dan saling menguatkan: Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, murid, orang tua, komite sekolah, masyarakat, dan media memiliki peran masing-masing dalam menjaga sekolah tetap aman dan nyaman.
  • Keamanan dan etika di ruang digital lebih terjaga: Warga sekolah lebih terlindungi dari hoaks, perundungan siber, kejahatan digital, serta kebocoran data pribadi.
  • Budaya positif yang berkelanjutan: Sekolah tidak hanya aman sesaat, tetapi membangun kebiasaan baik yang terus dijaga dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Kesimpulannya adalah Budaya Sekolah Aman dan Nyaman menjadikan sekolah sebagai ruang belajar yang aman, sehat, inklusif, dan bermartabat bagi seluruh warga sekolah. Dan juga mendukung tumbuh kembang murid secara utuh secara akademik, karakter, mental, sosial, dan spiritual.


Siapa Saja Yang Berperan Dalam Menyusun Dan Melaksanakan Budaya Sekolah Aman Dan Nyaman Di Satuan Pendidikan?

Yang Akan berperan dalam menyusun dan melaksanakan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Satuan Pendidikan adalah seluruh warga sekolah, warga sekolah yang dimaksud, antara lain :

  • Murid
  • Kepala Sekolah
  • Guru
  • Tenaga Kependidikan selain Pendidik yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di lingkungan Sekolah.

BACA JUGA : Surat Edaran Pelaksanaan TKA dan Sulingjar Tahun 2026


UNDUH FAQ tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman 

Demikianlah postingan ini, jika menurut Anda Bermanfaat silahkan SHARE, Terimakasih

@Salam Website Nasty 

 

 

telegram

0 Response to "FAQ tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman"

Post a Comment

Silahkan Berkomentar dengan Jelas dan Sopan