INFO TERKINI :
MUSIK DAN INTERNET

Lihat dan Download Lirik lagu Gratis dan Terlengkap dari lagu Daerah, Nasional, dan Internasional


Tips Cegah Timbunan Lemak Jenuh Saat Puasa

 

Website Nasty Puasa berdampak positif pada kesehatan tubuh apabila Anda mampu menjaga pola makan. Pada saat berpuasa terjadi perubahan pola makan dari hari-hari biasanya.

Perubahan pola makan tersebut dari tiga kali makan dalam sehari menjadi hanya dua kali, yaitu pada saat berbuka dan sahur. Terjadinya perubahan pola makan yang lebih teratur saat puasa ini  baik untuk upaya detoksifikasi tubuh serta memaksimalkan fungsi organ-organ tubuh.

Akan tetapi, apabila Anda tidak melakukan pengaturan pola makan dengan baik ketika sedang puasa Ramadan, yang terjadi adalah sebaliknya, kesehatan tubuh Anda akan memburuk. Pengaturan pola makan tersebut berpengaruh terhadap asupan gizi yang Anda masukkan ke tubuh pada saat berbuka maupun sahur.

Jika asupan gizi Anda seimbang, maka proses metabolisme dalam tubuh akan tetap berjalan lancar, meskipun Anda sedang berpuasa. Rasa haus dan lapar yang berlebih bisa jadi merupakan dampak dari asupan gizi yang tidak seimbang saat Anda sahur.

Selain menghindari makanan yang terlalu asin dan pedas, Anda juga perlu mengurangi makanan yang mengandung kadar lemak tinggi.

 

Pengertian Lemak Jenuh

Lemak menjadi salah satu unsur penting yang dibutuhkan dalam metabolisme tubuh, selain karbohidrat, protein, vitamin, dan juga mineral. Lemak juga dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber energi.

Lemak dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu lemak tak jenuh (lemak baik) dan lemak jenuh (lemak jahat). Lemak tak jenuh dibedakan lagi menjadi dua, yaitu lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda.

Lemak tak jenuh sangat baik untuk tubuh, karena dapat meluruhkan kolesterol yang ditimbulkan oleh lemak jenuh dan menjaga kolesterol baik tetap terjaga di dalam tubuh.

Sedangkan lemak jenuh sering menjadi penyebab timbulnya penyakit berbahaya. Meskipun demikian, jenis lemak ini tetap dibutuhkan oleh tubuh meskipun dalam porsi yang sedikit.

Oleh karena itu, baik lemak tak jenuh maupun lemak jenuh sama-sama dibutuhkan sebagai sumber energi tubuh. Lemak juga dibutuhkan untuk membantu penyerapan vitamin yang tidak larut di dalam tubuh agar dapat terserap tubuh, seperti vitamin A, D, E, dan K.

Lemak jenuh adalah jenis lemak yang tidak berikatan sehingga merupakan lemak bebas. Sifatnya yang bebas ini menyebabkan lemak jenuh mampu menempel pada permukaan pembuluh darah. Dengan demikian, orang dengan kadar lemak jenuh tinggi berpotensi mengalami penyakit kasdiovaskuler, seperti stroke, serangan jantung, dan hipertensi.

Lemak jenuh terdapat dalam produk makanan yang berasal dari hewan maupun tumbuhan (nabati). Produk makanan hewani yang mengandung lemak jenuh tinggi, antara lain mentega, krim, lemak babi, keju, dan lemak pada daging. Lemak jenuh dari produk makanan nabati banyak terdapat pada minyak kelapa dan minyak sawit.

 

Dampak Timbunan Lemak Jenuh Saat Puasa

Salah satu dampak buruk dari mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi pada saat berbuka puasa maupun sahur adalah menaikkan kadar kolesterol dalam darah (hiperkolesterolemia).

Sekitar 20 – 25 persen kolesterol diproduksi di dalam organ hati dan hanya sedikit kolesterol yang langsung dapat diserap oleh tubuh dari makanan yang Anda konsumsi sehari-hari. Oleh karena itu, apabila terjadi kenaikan jumlah kolesterol, pemicunya bisa jadi pola makan Anda yang buruk.


Kelebihan kolesterol yang menyebabkan terjadinya penumpukkan pada dinding pembuluh darah bisa berakibat arterosklerosis (penebalan dinding pembuluh darah) dan juga stroke.

Tingginya kolesterol dalam darah bisa jadi disebabkan karena peningkatan kadar lipid (hiperlipidemia) dan peningkatan kadar lipoprotein (hiperlipoproteinemia).

Terdapat tiga jenis lipoprotein yang sudah dikenal secara umum, yaitu LDL (Low Density Lipoprotein), VLDL (Very Low Density Lipoprotein), dan HDL (High Density Lipoprotein ).

LDL merupakan jenis lipoprotein yang sering menjadi penyebab hiperkolesterolemia. Jika LDL tinggi dan HDL rendah, maka risiko serangan jantung juga akan meningkat.

 

Tips Cegah Timbunan Lemak Jenuh Saat Puasa

Siapakah Orang yang Diwajibkan Puasa Ramadhan? 
Tips Cegah Dampak Buruk Timbunan Lemak Jenuh Saat Puasa

Timbunan lemak jenuh saat Anda menjalankan ibadah puasa akan berpengaruk buruk terhadap kondisi kesehatan tubuh.  Berikut ini adalah 5 tips untuk cegah dampak buruk dari timbunan lemak jenuh saat berpuasa,

1. Konsumsi daging rendah lemak

Beberapa jenis daging, seperti daging kambing atau daging domba, memiliki kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi. Oleh karena itu, Anda dianjurkan untuk mengurangi konsumsi kedua jenis daging tersebut saat puasa, agar tubuh terhindar dari penumpukan lemak jenuh.

Sebagai gantinya, Anda dapat mengonsumsi daging rendah lemak, misalnya daging ayam, terutama bagian dadanya.  Selain memiliki kadar lemak jenuh yang lebih rendah, daging ayam dan daging kalkun juga kaya akan protein yang baik untuk tubuh.

2. Kurangi konsumsi makanan yang digoreng

Cara berikutnya ang bisa Anda lakukan untuk cegah timbunan lemak jenuh saat puasa adalah dengan mengurangi konsumsi makanan yang diolah dengan cara digoreng. Selain dapat menambah kalori, minyak panas yang digunakan untuk menggoreng juga bisa menambah kadar lemak jenuh yang cukup tinggi pada makanan.

Agar tubuh mendapat asupan yang lebih sehat, Anda bisa mengolah makanan dengan cara dipanggang, direbus, atau dikukus. Sebagai contoh, jika Anda terbiasa mengonsumsi ayam goreng, Anda mulai bisa mengolahnya menjadi ayam pepes atau atau ayam panggang.

3. Mengonsumsi makanan yang tidak diproses

Mencegah timbunan lemak jenuh pada tubuh saat Anda sedang menjalakan ibadah puasa juga bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang tidak diproses dan lebih utuh, seperti sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian, dan daging rendah lemak. Bukan produk olahan, seperti sosis, daging asap, kornet, nugget, mi instan, dan makanan lain, yang telah melalui banyak tahap pemrosesan.


4. Hindari konsumsi produk olahan susu tinggi lemak

Jika Anda termasuk orang yang gemar mengonsumsi keju, Anda mungkin harus mulai mengurangi konsumsinya. Hal ini karena keju adalah salah satu produk olahan susu yang memiliki kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi. Mengonsumsinya secara rutin bisa menyebabkan jenis lemak tersebut menumpuk di dalam tubuh.

Meski begitu, tidak semua produk olahan susu tinggi akan lemak jenuh. Beberapa produk olahan susu lainnya, seperti yogurt dan susu rendah lemak, tetap aman untuk dikonsumsi dalam jumlah yang normal.

5. Gunakan minyak goreng yang lebih sehat

Cara lainnya yang bisa Anda lakukan untuk cegah timbunan lemak jenuh saat puasa adalah dengan menggunakan minyak goreng yang tinggi kandungan lemak sehatnya, seperti minyak zaitun atau minyak jagung pada saat memasak makanan.

Berbagai jenis minyak tersebut mengandung lemak sehat, di antaranya lemak tak jenuh tunggal, lemak tak jenuh ganda, dan omega 3, yang justru dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tubuh.

Hindari juga proses menggoreng menggunakan minyak yang sama lebih dari dua kali pemakaian. Semakin sering menggunakan minyak goreng yang sama, makin tinggi pula kadar asam lemak trans dari minyak yang teroksidasi tersebut.***


BACA JUGA : 5 Manfaat Blewah untuk Jaga Kesehatan Tubuh Anda Saat Puasa


Demikianlah postingan ini, jika menurut Anda Bermanfaat silahkan SHARE, Terimakasih

@Salam Website Nasty 

 

 

telegram

0 Response to "Tips Cegah Timbunan Lemak Jenuh Saat Puasa"

Post a Comment

Silahkan Berkomentar dengan Jelas dan Sopan