Panduan Pemanfaatan Media Pembelajaran Interaktif (MPI) SD
Website Nasty Berikut ini adalah Panduan Pemanfaatan Media Pembelajaran Interaktif (MPI) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD).
Direktorat Jenderal PAUD Dikdasmen, Kemendikdasmen telah menerbitkan Panduan Pemanfaatan Media Pembelajaran Interaktif (MPI) untuk SD.
Melalui Panduan Pemanfaatan MPI untuk SD ini, Direktorat Sekolah Dasar memberikan arahan praktis bagi guru untuk mengoperasikan Papan Interaktif dan mengintegrasikannya dalam pembelajaran.
Guru didorong memanfaatkan berbagai Media Pembelajaran Interaktif (MPI) agar proses belajar berkembang secara dinamis melalui visualisasi, interaktivitas, dan kolaborasi digital. Teknologi ini tidak dimaksudkan menggantikan peran guru, melainkan memperkuat fungsinya sebagai fasilitator yang kreatif dan inovatif.
Selain itu, panduan ini menyajikan kerangka konseptual yang menghubungkan teknologi, pedagogi, dan konten melalui pendekatan TPACK. Dengan kerangka ini, guru diharapkan mampu merancang pembelajaran yang tidak hanya memanfaatkan perangkat digital, tetapi juga selaras dengan strategi pedagogis dan tujuan materi, sehingga tercipta pengalaman belajar yang mendalam dan relevan bagi peserta didik.

Diharapkan Panduan Pemanfaatan Media Pembelajaran Interaktif ini dapat menjadi pegangan utama bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual, interaktif, dan menyenangkan.
Latar Belakang
Perubahan pesat dalam dunia digital telah membawa dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Di era Revolusi Industri 4.0 dan menuju masyarakat 5.0, penguasaan teknologi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan (Prensky, 2010).
Transformasi digital di dunia pendidikan menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan generasi muda Indonesia mampu bersaing secara global (UNESCO, 2019). Oleh karena itu, pembelajaran di sekolah dasar sebagai fondasi pendidikan formal harus mulai diarahkan pada integrasi teknologi secara terstruktur, efektif, dan bermakna (Daryanto, 2013).
Sebagai tindak lanjut dari arah pembangunan nasional, Presiden Republik Indonesia menetapkan digitalisasi pendidikan sebagai salah satu program prioritas utama. Dalam pidatonya pada peringatan Hari Guru Nasional tahun 2024, Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk menyediakan televisi canggih atau Papan Interaktif di seluruh sekolah.
Hal ini diperkuat denganditerbitkannya Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 yang menugaskan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mempercepat pelaksanaan digitalisasi pembelajaran.
Namun dalam prakteknya, pemanfaatan teknologi pembelajaran di sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan. Berdasarkan kajian terhadap pelaksanaan bantuan sarana digitalisasi sebelumnya, ditemukan bahwa ketersediaan perangkat teknologi saja tidak serta-merta menjamin optimalnya penggunaan dalam kegiatan belajar mengajar (OECD, 2020).
Banyak guru masih mengalami kendala dalam memanfaatkan teknologi digital secara efektif karena belum tersedianya panduan teknis yang praktis dan aplikatif, khususnya dalam mengoperasikan dan mengintegrasikan Media Pembelajaran Interaktif (MPI) ke dalam proses pembelajaran (Majid, 2014).
Dengan panduan ini, diharapkan guru dapat mentransformasi praktik pembelajarannya, tidak hanya berpusat pada transfer pengetahuan, tetapi juga mendorong pemahaman mendalam melalui penerapan pendekatan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) (Mishra & Koehler, 2006).
Tujuan Panduan
Panduan Pemanfaatan Media Pembelajaran Interaktif ini disusun dengan tujuan utama untuk mendukung guru sekolah dasar dalam mengintegrasikan teknologi digital secara efektif ke dalam kegiatan belajar mengajar (Daryanto, 2013; Prensky, 2010).
Tujuan khusus dari penyusunan panduan ini meliputi:
1. Memberikan pemahaman teknis yang jelas dan praktis mengenai cara penggunaan Papan Interaktif sebagai perangkat utama dalam proses pembelajaran digital.
2. Mendorong pemanfaatan Media Pembelajaran Interaktif (MPI) sebagai konten pendukung yang dapat memperkaya pengalaman belajar murid melalui interaksi visual, audio, dan kinestetik (UNESCO, 2019).
3. Membantu guru mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan menyenangkan dengan memanfaatkan fitur- fitur teknologi yang tersedia (Fullan & Langworthy, 2014).
4. Meningkatkan kapasitas guru dalam menerapkan pendekatan TPACK sebagai landasan integrasi pengetahuan konten, pedagogik, dan teknologi dalam pembelajaran (Mishra & Koehler, 2006).
5. Mendorong terwujudnya pembelajaran yang mendalam (deep learning) di kelas melalui desain aktivitas belajar yang mendorong analisis, pemecahan masalah, dan kolaborasi murid (Fullan & Langworthy, 2014).
6. Memfasilitasi guru untuk melakukan inovasi berkelanjutan dalam praktik pembelajaran berbasis teknologi sejalan dengan kebijakan nasional dan kebutuhan murid abad ke-21 (OECD, 2020; Majid, 2014).
Manfaat Panduan
Panduan Pemanfaatan MPI ini dirancang agar dapat memberikan manfaat konkret dan langsung dirasakan oleh guru-guru sekolah dasar sebagai pengguna utama.
Adapun manfaat yang diharapkan dari keberadaan panduan ini meliputi:
1. Meningkatkan literasi digital guru melalui pemahaman menyeluruh tentang perangkat Papan Interaktif dan cara mengoperasikannya dalam konteks pembelajaran di kelas.
2. Memberikan acuan teknis dan pedagogis bagi guru untuk memanfaatkan MPI sebagai sumber belajar yang interaktif, visual, dan menyenangkan (Daryanto, 2013; UNESCO, 2019).
3. Mendukung guru dalam merancang pembelajaran digital berbasis pendekatan TPACK, sehingga tercipta integrasi harmonis antara konten pembelajaran, strategi pedagogis, dan pemanfaatan teknologi (Mishra & Koehler, 2006).
4. Menjadi rujukan dalam inovasi pembelajaran, terutama dalam mendesain aktivitas belajar yang menarik dan bermakna dengan bantuan media interaktif (Fullan & Langworthy, 2014).
5. Mendorong budaya refleksi dan pengembangan profesional berkelanjutan, di mana guru tidak hanya sebagai pelaksana pembelajaran, tetapi juga sebagai perancang, pengembang, dan penilai praktik baik dalam pembelajaran digital (OECD, 2020).
6. Menjadi dasar bagi kolaborasi antar guru, baik dalam pengembangan konten digital berbasis MPI maupun dalam pembentukan komunitas belajar berbasis teknologi (Majid, 2014).
Dengan demikian, panduan ini diharapkan tidak hanya sebagai instrumen pelengkap kebijakan digitalisasi pembelajaran, melainkan juga sebagai jembatan nyata antara kebijakan nasional dan kebutuhan praktis di tingkat satuan pendidikan, khususnya di sekolah dasar.
Guru yang terfasilitasi dengan panduan ini diharapkan akan lebih percaya diri, terampil, dan inovatif dalam membawa pembelajaran SD ke arah yang lebih relevan dengan tuntutan zaman (Prensky, 2010; Fullan & Langworthy, 2014).
BACA JUGA : Surat Edaran Perpanjangan Waktu Rekrutmen Guru PAI pada SMA Unggul Garuda Baru
UNDUH Panduan Pemanfaatan Media Pembelajaran Interaktif (MPI) SD
@Salam Website Nasty


0 Response to "Panduan Pemanfaatan Media Pembelajaran Interaktif (MPI) SD"
Post a Comment
Silahkan Berkomentar dengan Jelas dan Sopan