INFO TERKINI :
MUSIK DAN INTERNET

Lihat dan Download Lirik lagu Gratis dan Terlengkap dari lagu Daerah, Nasional, dan Internasional


Perbedaan Mahir, Cakap, dan Berkembang pada Asesmen Kokurikuler

                

Website Nasty Di dalam Panduan Kokurikuler PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah dinyatakan bahwa kokurikuler adalah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan Intrakurikuler dalam rangka pengembangan karakter dan kompetensi murid.

Kegiatan kokurikuler dirancang untuk membuka ruang yang lebih fleksibel bagi satuan pendidikan untuk mengembangkan kegiatan yang dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan menanamkan nilai-nilai yang dimiliki oleh satuan pendidikan.

Pelaksanaan kokurikuler dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaannya. Satuan pendidikan dapat melibatkan orang tua, masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan kokurikuler.

Perbedaan Mahir, Cakap, dan Berkembang pada Asesmen Kokurikuler
Perbedaan Mahir, Cakap, dan Berkembang pada Asesmen Kokurikuler

Tujuan Kokurikuler

Terdapat 3 (tiga) tujuan utama dari pelaksanaan kegiatan kokurikuler, sebagai berikut.

1. Memperdalam dan menguatkan

Kegiatan kokurikuler dirancang untuk memperdalam pemahaman murid terhadap materi yang telah dipelajari di kelas.

2. Pengayaan

Kegiatan kokurikuler akan memberikan pengalaman baru yang memperkaya wawasan dan kompetensi murid.

3. Pengembangan karakter dan kompetensi

Kokurikuler bertujuan untuk menguatkan pendidikan karakter murid serta mengembangkan kompetensi yang mendukung keberhasilan akademis dan karir.

 

Bentuk Kegiatan Kokurikuler

Kegiatan kokurikuler diklasifikasikan ke dalam tiga bentuk utama yang dapat dipilih dan dikembangkan oleh satuan pendidikan sesuai dengan karakteristik murid dan konteks satuan pendidikan.

Ketiga bentuk utama kokurikuler adalah sebagai berikut.

1. Kegiatan kokurikuler melalui pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu

Pembelajaran kolaboratif lintas disiplin merupakan kegiatan kokurikuler yang mengintegrasikan dua atau lebih mata pelajaran/muatan pembelajaran dalam satu tema yang relevan dengan kehidupan nyata murid.

Tujuannya adalah membantu murid melihat keterkaitan antarilmu sebagai upaya mengembangkan delapan dimensi profil lulusan serta memperdalam pemahaman melalui pengalaman kontekstual.

Tema yang akan digunakan dapat ditentukan oleh satuan pendidikan dengan didasarkan pada hasil analisis potensi dan kebutuhan satuan pendidikan serta dimensi profil lulusan yang perlu ditingkatkan.

2. Kegiatan Kokurikuler melalui Gerakan 7 KAIH

Kegiatan kokurikuler Gerakan 7 KAIH ini fokus pada pembentukan karakter murid melalui pembangunan tujuah kebiasaan positif yang dilakukan secara rutin, konsisten, dan terencana. Ketujuh kebiasaan tersebut meliputi: (1) Bangun pagi; (2) Beribadah; (3) Berolahraga; (4) Makan sehat dan bergizi; (5) Gemar belajar; (6) Bermasyarakat, dan (7) Tidur Cepat.

Implementasi 7KAIH dapat dilakukan dalam berbagai bentuk aktivitas yang menggembirakan, seperti jurnal kebiasaan harian, tantangan kelas mingguan, kampanye kebiasaan baik, turun ke lapangan, wawancara dengan tokoh masyarakat atau tokoh agama, riset, hingga aksi kolaboratif antar kelas atau
tingkat.

3. Kegiatan Kokurikuler melalui cara lainnya

Bentuk kegiatan kokurikuler dalam kategori cara lainnya berupa kegiatan kokurikuler ciri khas satuan pendidikan berbasis konteks lokal dan kegiatan-kegiatan berbasis nilai-nilai satuan pendidikan, dan kegiatan satu disiplin ilmu yang dalam aktivitasnya terjadi kolaborasi beragam keilmuan dan keahlian.

Di dalam hal ini, satuan pendidikan diberi kebebasan untuk mengembangkan bentuk kegiatan kokurikuler lain yang sesuai dengan nilai-nilai satuan pendidikan, potensi satuan pendidikan, kebutuhan murid, dan konteks lokal, sepanjang kegiatan tersebut memenuhi kriteria kokurikuler.

Kegiatan yang dirancang oleh satuan pendidikan berdasarkan keunikan lokal, nilai-nilai khas satuan pendidikan, potensi yang berkembang di masyarakat sekitar, dan kekayaan budaya atau sosial di daerah tersebut.

 

Dimensi Profil Lulusan

Kompetensi yang ingin dicapai dalam kegiatan kokurikuler adalah delapan dimensi profil lulusan, yaitu: (1) keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa; (2) kewargaan; (3) penalaran kritis; (4) kreativitas; (5) kolaborasi; (6) kemandirian; (7) kesehatan; dan (8) komunikasi.

1. Dimensi keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

Murid memiliki keyakinan dan mengamalkan ajaran agama/kepercayaannya, berakhlak mulia, serta menjaga hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, sesama manusia, dan lingkungan.

2. Dimensi kewargaan

Murid memiliki rasa bangga akan identitas dan budayanya, menghargai keberagaman, menjaga persatuan bangsa, menaati aturan bernegara dan bermasyarakat, serta menjaga keberlanjutan kehidupan, lingkungan, dan harmoni antarbangsa.

3. Dimensi penalaran kritis

Murid memiliki rasa ingin tahu, mampu berpikir logis dan analitis, serta mampu menganalisis dan menyelesaikan permasalahan, berargumentasi logis, dan memanfaatkan literasi dan numerasi untuk memecahkan masalah.

4. Dimensi kreativitas

Murid mampu berperilaku produktif, menciptakan inovasi, dan merumuskan solusi bagi permasalahan di sekitarnya.

5. Dimensi kolaborasi

Murid mampu membiasakan diri untuk peduli dan berbagi, serta membangun kerja sama dengan berbagai kalangan di lingkungan sekitar.

6. Dimensi kemandirian

Murid mampu bertanggung jawab, berinisiatif, dan beradaptasi dalam pembelajaran dan pengembangan diri.

7. Dimensi kesehatan

Murid mampu menjalankan pola hidup bersih dan sehat berdasarkan pemahaman tentang kebugaran, kesehatan fisik dan mental, dan berkontribusi secara positif terhadap lingkungannya.

8. Dimensi komunikasi

Murid memiliki kemampuan menyimak, membaca, berbicara, dan menulis dengan baik dan benar, sesuai etika dalam beragam konteks dan moda.

Baca : 8 Dimensi Profil Lulusan dan Alur Pengembangannya

 

Perbedaan Mahir, Cakap, dan Berkembang pada Asesmen Kokurikuler

Asesmen menjadi bagian penting di dalam pelaksanaan kokurikuler di satuan pendidikan. Di dalam upaya mencapai tujuan kokurikuler, maka dibutuhkan asesmen kokurikuler untuk mengukur dan mengevaluasi keberhasilan kegiatan.

Asesmen dalam kegiatan kokurikuler menggunakan asesmen formatif dan asesmen sumatif. Asesmen formatif dilakukan selama proses kegiatan berlangsung. Sedangkan asesmen sumatif dilakukan pada akhir kegiatan kokurikuler untuk melihat sejauh mana tujuan pembelajaran tercapai.

Pencapaian kompetensi pada kokurikuler sesuai dengan alur pengembangan kompetensi lulusan yang diatur dalam Keputusan Kepala BSKAP, Kemendikdasmen Nomor 058/H/KR/2025.

Alur Pengembangan Kompetensi Lulusan merupakan proses berjenjang yang berfokus pada pencapaian delapan dimensi profil lulusan, di mana setiap tahapan disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan kebutuhan belajar murid.

Di dalam keputusan tersebut disampaikan bahwa Alur Pengembangan Kompetensi Lulusan diuraikan dalam bentuk rumusan kompetensi berdasarkan dimensi, jenjang, subdimensi, serta 3 (tiga) tahapan perkembangan, yaitu berkembang, cakap, dan mahir.

 

Baca : Keputusan Ka BSKAP Nomor 058/H/KR/2025 tentang Alur Pengembangan Kompetensi

 

Dengan demikian, alur perkembangan kompetensi murid pada kegiatan kokurikuler, terbagi dalam tiga tahap, yaitu Berkembang, Cakap, dan Mahir.

Berikut adalah perbedaan antara Mahir, Cakap, dan Berkembang pada Asesmen Kokurikuler

1. Berkembang

Murid mampu menunjukkan pemahaman dasar atau kemampuan awal terkait materi atau kompetensi yang dipelajari. Tahap ini merupakan awal di ana murid mulai menunjukkan kemampuan atau perilaku yang diharapkan, namun masih memerlukan bimbingan.

2. Cakap

Murid mampu menerapkan konsep atau informasi yang dipelajari dalam situasi nyata secara fungsional. Pada tahap ini, murid sudah dapat menunjukkan kemahiran dan menerapkan kemampuan tersebut secara mandiri.

3. Mahir

Murid tidak hanya menerapkan, tetapi mampu mengevaluasi, merefleksikan, dan merumuskan solusi atas permasalahan kompleks. 

Tahap ini merupakan penguasaan kompetensi tertinggi, karena murid telah menguasai kemampuan dengan sangat baik, konsisten, dan dapat menerapkannya dalam konteks yang lebih luas. 

Tahap Berkembang menunjukkan kondisi menuju standar. Tahapan Cakap diposisikan sebagai standar kelulusan yang menunjukkan terpenuhinya Standar Kompetensi Lulusan. Sementara Tahap Mahir menggambarkan capaian yang melampaui standar.***


BACA JUGA : Unduh POS Ujian Madrasah Tahun Ajaran 2025/2026


Demikianlah postingan ini, jika menurut Anda Bermanfaat silahkan SHARE, Terimakasih

@Salam Website Nasty 

 

telegram

0 Response to "Perbedaan Mahir, Cakap, dan Berkembang pada Asesmen Kokurikuler"

Post a Comment

Silahkan Berkomentar dengan Jelas dan Sopan